Atraksi Lumba-Lumba by Pratiwi Juliani

Atraksi Lumba-Lumba by Pratiwi Juliani

6.00

“Aku akan mengunjungimu, kubawa buah jeruk yang kau suka dan buku-buku. Lalu aku akan berbicara padamu setelah kukirimkan doa-doa: tentang manisnya jeruk musim ini, dan bagaimana orang masih tetap membicarakanmu setelah kau pergi.”

Sekumpulan manusia yang tidak rela menderita karena menjadi korban dari kondisi dan pikirannya sendiri, ingin berdamai dengan kesedihan tersembunyi yang tak terduga nyatanya telah lama ada, serta mengasuh dan membesarkan dengan segala cara sedikit hal manis yang masih tersisa agar pada akhirnya hidup bisa menjadi kenangan yang baik bagi siapa saja: kenangan-kenangan sepanjang hidup yang kelak bisa diringkas dalam sebuah kumpulan cerita pendek berjudul Atraksi Lumba-Lumba. Penulis terpilih untuk Emerging Writers oleh Ubud Writers and Readers Festival 2018.

“Kisah-kisah ini dibangun dengan dialog-dialog kecil, tampak seperti persoalan-persoalan sepele, tapi sesungguhnya membawa ke berbagai kelok kecil. Dari dunia anak-anak menengok dunia orang dewasa, dari perjalanan yang menenangkan bisa berakhir pada kelokan penuh kebrutalan. Di permukaan, kisah-kisah ini seperti seorang bijak yang tengah bermeditasi lama dan tenang, tapi di dalam jiwanya saya merasakan kemelut dan kemarahan yang membara, juga kesedihan yang berlarat-larat. Hal-hal seperti itu membuat kita dibuat terkejut dan waswas sekaligus, seperti perjalanan hidup yang sesungguhnya.”
––Eka Kurniawan

“Debut yang menjanjikan dari seorang penulis muda berbakat. Atraksi Lumba Lumba adalah kumpulan cerita pendek tentang drama kemanusiaan yang menyisakan banyak permenungan. Pratiwi Juliani memiliki suara yang segar dan unik.”
––Clarissa Goenawan

This book is available in Gramedia.
Purchase here.

Quantity:
Add To Cart
Foto_Pratiwi_Juliani.jpg

Pratiwi Juliani

Pratiwi Juliani was born in South Kalimantan in 1991. She has long been active in collecting and distributing books to those in need, as a form of her love for literature and passion for instilling the importance of reading in children and women in remote areas of Indonesia. Pratiwi also runs Jules Bookstore in Rantau, South Kalimantan.