Suara Murai

Suara Murai

5.00

“Aku ingin pulang kampung ke liang matamu... Matamu tak pernah takluk oleh kantuk... Aku ingin pulang kampung. Jemput aku dalam rindumu.”

Suara Murai dan Puisi-puisi Lainnya adalah kumpulan puisi yang mengakar pada warisan budaya, identitas, mitologi, dan penelusuran ke dalam diri. Dari rumah sampai ke perantauan, laut ke gunung, bahkan tempat-tempat untuk berjalan kaki, puisi-puisi ini mengingatkan kita tentang hal yang menunggu kita serta sesuatu yang juga kita tunggu.

“Dengan menggunakan bahasa yang lentur, Andre Septiawan menyajikan sekumpulan puisi naratif yang bercahaya. Ia memiliki kemampuan untuk bertutur sekaligus diksi yang unik.”
–Leila S. Chudori

“Ia mengajak kita melongok kampung halaman seraya pada saat yang sama mencemoohnya habis-habisan. Sesekali ia menengok dunia dan membawa pulang apa-apa yang penting. Jika saja ia lebih tekun menyigi, akan kian banyak emas yang bisa ia pisahkan dari timbunan loyang.”
–Zen Hae

This book is available in Gramedia.
Purchase here.

Quantity:
Add To Cart
IMG_20180226_180526_HDR.jpg

Andre Septiawan

Andre Septiawan was born in Pariaman, a small town to the north of Padang, in 1995. He is a graduate of English Literature in the University of Analas. His first book, Suara Murai was selected for Emerging Writers Program in the Ubud Writers and Readers Festival 2018.