Kehidupan Dimulai

An excerpt from Kelana, a travel journal of Famega Syavira in her journey through Asia, Europe, and Africa by land and water. Available here


Sekarang hanya butuh 6 hari untuk menyusuri rute Vladivostok hingga Moscow, juga bisa ditempuh dari arah sebaliknya, Vladivostok ke Moscow. Jalur kereta Trans Siberia adalah jalur kereta terpanjang di dunia, membentang sejauh 9289 km dari Moskow ke Vladivostok. Hingga pertengahan abad ke-19, Russia hanya punya sekitar 1000 km rel kereta. Setelah perbudakan petani dihapuskan pada 1861, ekspansi pembangunan rel kereta mulai menjadi misi penting dalam kebijakan pemerintah pada akhir abad ke-19.

Pada 1891, Tsar Nicholas II memerintahkan mulainya pembangunan jalur kereta yang menghubungkan Moscow dan Vladivostok. Hasilnya, Trans Siberian railway sejauh 9289 km dan melintasi 7 zona waktu, selesai 1916. Ada 90.000 pekerja yang ikut membangun, termasuk pekerja biasa dan para napi yang dipekerjakan. Berkat rel ini, Rusia kemudian bertransformasi dari ketertinggalan industri menuju modernisasi dan industrialisasi.

Trans Siberian bukan hanya terdiri dari satu kereta. Jalur yang panjang itu dilewati banyak  sekali kereta dengan berbagai kemungkinan perpaduan kereta. Bayangkan seperti jalur kereta Jakarta ke Surabaya. Penumpang bisa beli tiket kereta langsung dari Jakarta ke Surabaya, atau bisa naik Jakarta-Cirebon, keliling Cirebon 3 hari kemudian lanjut Cirebon-Purwokerto, dan seterusnya. Jalur yang saya pilih di Rusia adalah Ulan Ude-Irkutsk-Krasnoyarsk-Yekaterinburg-Kazan-Moscow-St Petersburg.

Masih banyak kota lain yang tidak saya datangi, misalnya Omsk dan Novosibirsk, karena ruang gerak saya terbatas oleh durasi visa. Rusia hanya memberikan visa maksimal satu bulan untuk pemegang paspor Indonesia, dan tidak dapat diperpanjang. Maka sebaiknya rencanakan perjalanan sebaik-baiknya agar tidak melebihi durasi visa.

Ada banyak cara untuk menyusuri Trans Siberia. Kita bisa memilih kelas kereta mulai dari kereta biasa hingga Golden Eagle Luxury Train. Harga untuk 15 hari menyusuri Trans Siberia dengan kereta mewah ini mulai US$ 11.895 atau sekitar Rp 160 juta. Penumpang akan tidur di tempat tidur king size, dan mandi di kamar mandi pribadi dengan shower air panas dan pemanas ruangan.

 Mereka yang tidak punya ratusan juta untuk dihabiskan dalam 15 hari juga tetap bisa menyusuri jalur kereta yang sama. Saya menghabiskan Rp 2,4 juta untuk seluruh tiket dari Ulan Ude ke St Petersburg, dan total Rp 6,4 juta untuk seluruh biaya kereta, makan, jajan, akomodasi, tiket museum dan suvenir selama 3 pekan di Rusia.

Ada berbagai kelas yang bisa dipilih. Kelas satu adalah kabin berisi dua tempat tidur. Kelas dua, kabin berisi empat tempat tidur. Saya selalu memlilih kelas platzkart alias tanpa kabin. Selain lebih murah, saya merasa lebih aman berada di gerbong yang ramai penumpang daripada terkurung di dalam kabin bersama orang asing.

Saya selalu membeli tiket langsung dari stasiun, sehari sebelum keberangkatan sampai beberapa jam sebelum pergi. Cara membeli tiket tanpa bisa berbahasa Rusia cukup mudah, tinggal tulis semua info kereta yang diinginkan di selembar kertas dan berikan ke loket.

Hal yang mengagumkan adalah meskipun sebuah kereta bisa berjalan selama berhari-hari, jadwal berhenti dan berangkat dari setiap stasiun selalu tepat waktu. Karena Rusia terdiri dari 11 zona waktu yang berbeda, perbedaan itu disederhanakan dengan penggunaan waktu Moskow di seluruh kereta dan stasiun. Semua jadwal kereta yang tertulis adalah waktu Moskow, jadi tinggal sesuaikan sendiri di masing-masing kota.

Saya sempat ketinggalan kereta dua kali, salah satunya karena kebingungan mencocokkan waktu. Tak perlu panik kalau ketinggalan kereta, segera ke loket dan mereka akan mengembalikan uang tiket sampai 50 persen.

Setelah naik kereta, pramugari akan mengambil tiket dan memberikan sekantong perlengkapan berisi sprei, sarung bantal dan handuk. Penumpang menata tempat tidurnya sendiri. Sekitar sejam sebelum stasiun tujuan, pramugari akan membangunkan penumpang, kemudian penumpang diharapkan mengembalikan sprei dan peralatan tidur ke pramugari. Tiket kemudian dikembalikan.

Makanan selama di kereta bisa dibeli di gerbong restorasi, dengan harga mahal. Sebelum naik ke kereta saya selalu membawa bekal roti dan selai, mi instan, buah-buahan dan cokelat. Di dalam kereta ada ketel air panas untuk menyeduh teh dan membuat mi instan. Provodnitsa, pramugari kereta, biasanya juga menjual makanan ringan dan minuman panas dengan kereta dorong kecil. Penumpang juga bisa membeli makanan saat kereta berhenti di stasiun. Roti, sosis, dan es krim dari penjual di peron. Di stasiun kecil, seringkali warga menjajakan makanan khas daerah itu.

Saat kereta berangkat, kehidupan di atas kereta dimulai. Hampir semua penumpang kereta adalah orang Rusia yang bepergian dari kota satu ke kota lainnya. Penumpang datang dan pergi di stasiun-stasiun. Jarang sekali ada yang bisa berbahasa Inggris, bahkan provodnitsa pun tidak, meninggalkan saya sendirian di kereta tanpa ada teman bicara.